Tampilkan postingan dengan label sanggar badut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sanggar badut. Tampilkan semua postingan

08 Juni 2010

Sekilas tentang sejarah badut

Badut adalah pemain lucu, stereotip ditandai dengan penampilan aneh mereka: wig berwarna, gaya make up, kostum aneh, alas kaki yang tidak biasa besar, hidung merah, dll, yang menghibur penonton dengan bertindak dengan cara yang lucu. Jenis tindakan mereka sangat bervariasi. Meskipun beberapa menemukan badut menjadi menakutkan, tujuan mereka adalah untuk menghibur orang, terutama anak-anak muda. Peter Berger menulis bahwa "Tampaknya masuk akal bahwa kebodohan dan orang bodoh, seperti agama dan sihir, memenuhi beberapa kebutuhan berakar dalam masyarakat manusia" Untuk alasan ini., Pembadutan sering dianggap sebagai bagian penting dari pelatihan sebagai suatu disiplin kinerja fisik, sebagian karena materi pelajaran sulit bisa ditangani, tetapi juga karena memerlukan tingkat resiko yang tinggi dan bermain di pelaku.

Sejarah badut Barat

Pembadutan dikembangkan dari suatu tradisi yang luas penampilan historis, dan sulit untuk menunjukkan sebuah tradisi tunggal atau bahkan yang sedikit berbeda sebagai pelopor utama untuk badut. Namun ada beberapa bentuk hiburan terkemuka masa lalu contemporarily terkait dengan pembadutan sebagai pendahulu yang mungkin terjadi.

Contoh dari sejarah, "badut seperti" artis komedi telah menjadi pantomimus di Yunani kuno, Lazzi dari dell'arte Commedia, bouffons, jesters pengadilan, serta tradisi mime Perancis. Di atas ini ada banyak tradisi pembadutan non-Eropa (termasuk tokoh badut seperti teater Kabuki di Jepang) untuk mempertimbangkan yang mungkin atau mungkin tidak dipengaruhi apa yang sekarang kita anggap sebagai badut.

Sumber : Wikipedia

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

21 April 2010

Membadut untuk Menyenangkan Orang



”Halo anak-anak. Apa kabar? Om badut datang....” ucap penuh semangat perkenalan si badut berhidung bulat merah besar.

Selain berhidung bulat merah besar, badut itu tampil dengan make-up putih tebal, rambutnya ikal berwarna merah, mulutnya diwarnai merah lipstik melebihi bibir aslinya, serta kostum unik dan sepatunya tampak kebesaran. Kostum khas ala badut sulap yang dikenal sekarang ini merupakan hasil perkembangan kostum yang pernah populer di Jerman dan Inggris abad 18; gaya pantomim pickellherring.

Adalah Mochammad Sahid, seorang di balik dandanan eksentrik ciri badut itu. Sahid menekuni menjadi badut sejak SMA. Kala itu, dirinya masih aktif di Sanggar Teater bengkel Seni Jenor Koneng (Janur Kuning). Dan tawaran untuk mengisi acara perpisahan TK di Bangkalan merupakan awal karirnya.

”Kalau di Surabaya, pertama kali bermain di Hotel Mirama tahun 1991. Juga didaulat untuk mengisi acara perpisahan TK,” kenangnya.

Saat itu, Sahid tidak pergi menghibur seorang sendiri. Dia berangkat bersama sembilan temanna. Sahid masih ingat uang yang diterimanya saat itu. Hanya Rp 120 ribu dan dibagi oleh rombongan 10 orang. Hasil tersebut memang masih jauh dikatakan memuaskan untuk seorang debutan dalam jagad hiburan.

Namun orientasi Sahid dan teman-teman pada waktu itu bukan materi, melainkan kepuasan dalam menyalurkan teknik berteater. Khusus untuk Sahid, kegemarannya akan dunia teater telah tumbuh sejak SMP, manakala dirinya mendapatkan nilai-nilai dramaturgis pertama kali di komunitas teater sekolah; Teater Daster.

Badut atau clown merupakan penjaja jalanan tertua. Konon sejak jaman Yunani Kuno, badut telah lama eksis. Sedari dulu muka badut memang selalu dirias dengan mimik-mimik lucu. Beberapa bumbu konyol gerak slapstik semakin membuat badut tampak kian menarik dan menghibur. Dewasa ini, kepiawaian bermain sulap menambah deret kemampuan badut. Dari tahun ke tahun, badut memang dituntut selalu menampilkan kreasi terbaru.

Beruntung, badut tergolong serumpun kaum komedian. Maksudnya, fleksibilitas yang dimiliki para komedian dalam menerima fitur bidang lain bisa juga diaplikasikan bebas oleh badut. Tidak ada yang haram masuk menjadi tubuh badut. Dan badut tidak mengenal istilah konservatif.

Dalam prespektif seperti ini, dikentarai kolaborasi antara hiburan badut yang konyol dengan sulap dilakukan demi menghindari hiburan yang sifatnya monoton. Meminjam karakter komik untuk dijadikan bahan kostum badut pun merupakan kepekaan atas jaman agar dapat menampilkan komedi segar. Hal seperti ini wajib disadari oleh orang yang bergelut di dunia perbadutan.

Selama menekuni dunia badut sulap, Sahid mengaku lebih sering merasakan senang daripada duka. Jika diprosentase sekitar 70:30. Senangnya karena melucu dapat uang. Sedangkan susahnya apabila diminta mengisi acara ulang tahun anak setahun. Dan orang yang meminta khusus untuk acara pribadi alias dikonsentrasikan menghibur beberapa orang saja.

surabayapost.co.id

07 April 2010

Badut dan Profesi


Charlie Chaplin pernah bilang, “Cuma badut yang bisa membuat manusia terbang ke awan, bukannya para politikus yang tukang berantem,” mulai terbukti kebenarannya.

Profesi badut sebenarnya tak kalah tua dengan kemampuan manusia berpolitik praktis. Konon, sejak zaman Yunani dan Romawi kuno, sudah ada manusia penghibur yang memoles wajahnya dengan bedak tebal dan berpakaian aneh, serta fasih memperagakan mimik-mimik lucu. Dan sampai sekarang banyak Sanggar Badut.

Mereka tak hanya membuat tertawa orang-orang kaya yang stres lewat pertunjukan. Tapi juga menghibur dan mencari nafkah di jalan-jalan alias ngamen. Dengan kemampuan berpantomim dengan gerakan-gerakan slapstik yang konyol, boleh jadi merekalah salah satu penjaja hiburan jalanan tertua di dunia. Banyak Sanggar Badut menyediakan jasa untuk menghibur orang.

Belakangan, istilah badut sendiri melebar ke mana-mana. Lihat saja, hampir semua pelawak dan pemancing tawa kini juga kerap dijuluki sebagai badut. Bahkan orang serius yang sedang bertingkah laku konyol pun dikatai badut. Ya, sebagai istilah, badut memang mengalami perluasan makna.

Tapi kalau melihat sejarahnya, badut mengacu pada seseorang yang punya dandanan lucu (kadang meniru karakter komik). Selain itu, didukung make-up tebal cenderung menor, hingga kostum berwarna norak nan unik. Ditambah kemampuan memperagakan mimik lucu dan gerakan-gerakan konyol, tanpa sedikit pun melepas kata-kata. Inilah yang membedakannya dengan pelawak konvensional.

Sedangkan busana badut seperti yang dikenal sekarang, sesungguhnya hasil perkembangan kostum yang pernah populer di Jerman dan Inggris, sekitar abad ke-18 M. Kala itu, dandanan dan gaya pantomim Pickellherring begitu terkenal. Cirinya, baju dan sepatu gombrong (kebesaran), penutup kepala warna-warni, serta renda besar yang melingkar di seputar leher sang badut.

Pada abad ke-18 M ini pula, badut mulai menjadi bagian penting dari pertunjukan sirkus. Maklum, atraksi sirkus biasanya dipenuhi adegan-adegan akrobat yang menegangkan. Nah, kehadiran makhluk aneh pemancing tawa diharapkan bisa mengendurkan kembali urat saraf yang meregang. Hingga saat ini, aksi para badut tetap menjadi mata acara yang ditunggu-tunggu.

Salah satu pelopor pemakaian kostum badut modern, sekaligus bintang sirkus di awal abad ke-18 M, adalah karakter Jocy yang diciptakan Joseph Grimaldi. Konon, kelebihan Jocy yang membuatnya dikenang dalam sejarah perbadutan adalah kemampuannya menghidupkan tokoh badut yang diperankan. Jocy tak sekadar melucu, tapi juga memainkan perasaan penontonnya, lewat mimik sedih, bahkan ketakutan.

Menjelang era perfilman modern, karakter badut mengilhami banyak tokoh bisnis hiburan. Komedian Charlie Chaplin dan Buster Keaton misalnya, mengadopsi spirit para badut dalam semua film bisunya. Mulailah perkembangan era baru perbadutan, dari awalnya mengamen di jalan, menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis hiburan.

Barangkali benar kata penulis lagu beken Amerika, Cole Porter (1893-1964): “All the world loves a clown.” Ya, sepertinya memang tak seorang pun di muka bumi ini yang tak suka badut. Tak salah kalau dia layak diberi gelar warga favorit dunia.

rileks.com

18 Maret 2010

Si Badut yang Bikin Tersenyum



PERNAH menonton sirkus? Tentu ada pertunjukan lucu nya, ya untuk mengurangi atraksi yang menegangkan, seseorang dengan kostum gombrang, perut dan bokong besar, muka di cat, mulut dan hidung merah, melakukan gerakan-gerakan konyol, mimik lucu (Sewa Badut). Kadang sengaja terjatuh, tersandung, terpukul, yang kesemuanya mengundang tawa. Apakah nama peran mereka itu? Bagaimana sejarah kehadiran mereka?

Badut, itulah sebutan bagi mereka. Berbeda dengan pelawak biasa, badut senantiasa dilengkapi dengan kostum yang ”khas”, dan melakukan gerakan lucu, atau berpantomim, tahu kan pantomim?, itu lho gerakan ”bisu” yang mengekpresikan suatu maksud atau kegiatan.

Arti kata badut juga mengalami perluasan, tidak hanya orang di sirkus tadi, atau yang berkostum lucu saja yang disebut badut, hampir semua perilaku orang yang bisa mengundang tawa atau kelucuan, walaupun dia bukan tukang melucu, disebut juga sebagai badut.

harlequin Badut sudah ada sejak jaman Yunani dan Romawi Kuno, di Eropa badut dikenal dengan nama harlequin dan arlecchino (sejak abad pertengahan 500 – 1500 M). Kostum Badut yang ”khas” seperti gombrang, sepatu besar, renda diseputar leher, topi kotak-kotak warnawarni, baru dikenal sejak abad 18, dan dipopulerkan di Jerman.

Sekarang banyak yang membutuhan Sewa Badut ada di mana-mana, di mal-mal, di jalanan, dengan kostum yang tidak lagi "standar", namun kadang menirukan tokoh kartun terkenal saat itu, bahkan dia bisa kamu panggil waktu kamu mengadakan acara ulang tahun misalnya, ayo tertawa gembira bersama badut lucu.***

(dari berbagai sumber)

01 Maret 2010

Sewa Badut untuk Hilangkan Rasa Bosan



Rasa bosan yangmenyebalkan ternyata bukan hanya milik manusia. Binatang jenis kera pun dilandakebosanan juga. Uniknya, perlu badut lucu untuk menghibur kera-kera bosan itu.

Badut (Sanggar Badut) yang menghibur kera itu bernama Christina Parker. Ia disewa bos sebuah kebun binatang di Jerman untuk mempertunjukkan kelucuan setelah dokter hewan menyatakan sejumlah simpanse, baboon, gorila, dan orang utan di kebun binatangnya sering sakit atau agresif jika diserang kebosanan.

Seperti disampaikan situs Ananova, Christina (Sanggar Badut) berusaha membuat binatang-binatang tersebut tertawa dengan membuat permainan dan teka-teki, bermain sepakbola,kantung plastik, kardus sasaran tinju atau blok kayu.

Ia mengatakan, Saat saya masih kecil saya selalu pergi ke kebun binatang dan melihat banyak dari binatang tersebut terlihat bosan dan sedih. Melakukan ini membuat saya merasa baik karena saya membuat hidup mereka senyaman mungkin. Dan mereka terlihat sangat menikmatinya.Mereka menjadi gesit saat mereka melihat saya datang karena mereka tahu mereka akan bergembira ujarnya.

Dilain pihak, kebosanan pada hewan ini diakuioleh psikolog hewan Jennifer Ringleb. Di alam, binatang menghabiskan setiap harinya untuk mencari makan. Di kebun binatang mereka tidak pernah melakukannya, mereka bosan. Dalam kasus serius mereka akan sakit atau agresif. Binatang memiliki sesuatu untuk dilakukannya yang membuat mereka gembira dan stabil, ujar Ringleb.

news.okezone.com

17 Februari 2010

Anak Anda Takut dengan Badut?



Mungkin Anda kesal, kok, si kecil takut pada badut atau sinterklas, dan menganggap ketakutan si kecil tak beralasan. Perlu dicarikan cara yang bijak untuk mengatasi ketakutan mereka.

Takut pada badut, sinterklas, dan orang bertopeng, memang kerap dialami anak-anak. Bahkan ada yang ketakutannya sangat berlebihan sampai-sampai melihat sosok sinterklas di teve atau gambar di majalah pun, si anak menjerit ketakutan. Jelas, hal seperti itu membuat orang tua cemas. Apalagi, meski sudah bertambah usia, ketakutan si anak tetap melekat. Apa yang harus dilakukan?

Untuk menenangkan putra-putri Anda yang takut saat melihat pertunjukan di Sanggar Badut, sinterklas, atau sebangsanya, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan.

1. Persiapkan Anak
Jika si kecil kebetulan takut dengan badut, beli beberapa mainan/ benda-benda kecil yang berhubungan dengan Natal. Sertakan boneka badut ukuran kecil. Letakkan benda-benda tersebut agar dapat terlihat dan terjangkau oleh anak sehingga dapat dimainkan kapan saja ia mau. Sekali lagi, jangan dipaksa. Satu saat dia akan tergoda untuk bermain-main dengan benda-benda tersebut. Melalui bermain, anak bisa mengatasi rasa takut mereka dan kesalahpahaman mereka terhadap segala macam bentuk benda serta peristiwa yang berbau badut atau sinterklas.

2. Bantu Atasi Rasa Takut
Pada saat si kecil ketakutan melihat badut, sinterklas, ataupun benda-benda yang berhubungan dengan hal itu, peluk dia dan jangan mencoba menyuruhnya untuk menghilangkan rasa takutnya dengan kata-kata. Tunjukkan sikap empati dan beritahu dia bahwa Anda mengerti dengan apa yang dirasakannya. Misalnya dengan mengatakan, "Mama tahu kamu takut badut. Mukanya memang agak seram, ya?" Lalu katakan padanya, Anda tidak takut dengan sinterklas karena Anda tahu, badut baik dan senang memberi hadiah untuk anak-anak, tidak jahat, dan tidak membahayakan. Tunjukkan keyakinan Anda pada saat berbicara dengannya.

3. Hindari Menjauhkan Anak
Bila Anda bersama anak sedang berada di tempat atau toko-toko mainan yang berisi boneka badut, jangan menjauh dari tempat tersebut. Biarkan dia menjelajahi toko dan bagian boneka. Yang penting, temani dia saat mendekati bagian yang menjual berbagai boneka itu. Jika ia terlihat ketakutan, genggam erat tangannya atau gendong.

4. Libatkan Dengan Suasananya
Jika ia takut badut, misalnya, biarkan dia ikut membantu pada saat Anda membungkus hadiah-hadiah ulang tahun. Ajak dia untuk ikut kegiatan tersebut sedikit demi sedikit. Pada waktu membuat kue, tanyakan kepadanya, "Kamu mau membuat apanya? Kue berbentuk bintang atau badutnya?" Dengan membiarkannya menentukan apa yang ingin dibuatnya, dia akan merasa ikut terlibat dan hal ini betul-betul dapat membantunya mengatasi rasa takutnya.

5. Karang Cerita
Mulai dengan mengatakan, "Pada suatu hari, ada seorang gadis cilik yang sangat takut dengan badut." Gambarkan rasa takut si gadis kecil itu dan akhiri dengan mengatakan, "Dan akhirnya gadis cilik tersebut tidak lagi takut dengan Pak Badut".

Memang, mungkin buah hati Anda belum berani bersalaman dengan pada saat ada acara di Sanggar Badut atau duduk di pangkuan sinterklas tapi paling tidak, dia tidak lagi menangis, menjerit, atau berusaha lari pada saat melihat badut dan sinterklas. Bahkan mulai senang memperhatikan dan penasaran dengan hadiah yang akan diberikan oleh badut atau sinterklas. Akhirnya anak akan dapat mengatasi rasa takutnya. Yang jelas, untuk dapat mencapai pada tahapan ini, diperlukan kesabaran Anda!

nostalgia.tabloidnova.com

30 Desember 2009

Persiapan Pesta Ultah Untuk Anak



1. TEMA PESTA ULANG TAHUN

Kenapa harus ada tema? Ini kembali ke inti pesta yang pertama. Si anak yang ulang tahun harus senang. Jadi sebaiknya dibuat ulang tahun anak berdasarkan kesenangan dari si anak. Umumnya yang menjadi tema tuh tokoh-tokoh kartun kegemaran si anak. Tapi gak melulu harus tokoh kartun kok. Apalagi kalo untuk pesta ulang tahun umur 1 tahun, belum tentu dia udah punya tokoh kartun favorit kan?

Nah kalo begitu tinggal diliat aja nih anak demen apa. Misalnya mainan favorit dia. Mungkin dia punya boneka kesayangan berbentuk kelinci ? Nah kelinci bisa jadi tema pestanya. Atau dia suka sama bola? Atau balon? Semua bisa jadi tema pesta (sewa badut).

Bahkan mungkin bisa dari makanan favoritnya. Mungkin dia suka wortel misalnya. Kita bisa membuat pesta ulang tahun dengan tema wortel. Nanti jadi kue taartnya juga carrot cake dan sebagainya. Atau dilihat dari moment yang dekat dengan tanggal ulang tahunnya. Misalnya berdekatan dengan Halloween, lucu juga kalo tema pesta ulang tahun anak tuh Halloween. Tapi mungkin ini lebih cocok untuk anak yang udah lebih besar.

2. WAKTU YANG TEPAT
Nah, kalau yang ini jelas tak menyangkut dana. Kita tinggal mengaturnya dengan jadwal harian anak. Sebaiknya disesuaikan dengan jam main anak. Bisa di pagi hari sekitar jam 11.00 karena biasanya masih segar buat anak dan juga pas dengan waktu makan siang. "Atau, sore hari sekitar jam 4.00 karena anak biasanya sudah bangun dari tidur siang," Mengenai harinya, sebaiknya dipilih saat sekeluarga libur agar bisa berkumpul, seperti Sabtu dan Minggu.

3. MEMAKAI JASA PARTY ORGANIZER
Yang paling penting, "Pilihlah birthday planners, yang benar-benar berkualitas, enggak asal dapat komisi." Karena, organizer inilah yang memilihkan segalanya, dari pembawa acara, kue ulang tahun, Sewa Badut, dekorasi ulang tahun, foto, video, sampai makanan.

Birthday planners harus bertanggung jawab atas berlangsungnya pesta. "Yang ditakutkan, awalnya mereka ikut sibuk memberi saran dan mencarikan segala keperluan, baik kue, dekorasi ulang tahun, dan sebagainya. Tapi, begitu sudah dibayar, mereka ngilang." Organizer yang berkualitas justru selalu siap pada saat acara berlangsung, "sehingga bila ada sesuatu yang enggak sesuai, dia yang bertanggung jawab, bukan yang punya acara."

Party organizer yang baik biasanya diketahui dari mulut ke mulut. dan sudah terbiasa menghandle kegiatan pesta. Nah, mereka juga menyediakan paket, dari kue, MC, dekorasi, Sewa Badut dan sebagainya. Semua keperluan acara kids party, mereka yang menyiapkan.

Karena itu, jangan asal memilih dalam pesta anak, semisal dari "iklan-iklan" yang dipasang di pinggir jalan. "Memang enggak semua jelek, tapi kalau ada apa-apa, kita mau komplain ke siapa?" Kalau yang sudah punya nama, tentu mereka akan menjaga nama baik perusahaannya.

zinnialand.multiply.com

03 Desember 2009

Seorang Badut Pergi Ke Ruang Angkasa



Jika berkunjung ke kota Mexico City, Meksiko, hari-hari ini jangan heran jika bertemu dengan banyak badut (Sewa Badut) di sana. Malah jika mengunjungi Monumen Revolusi Rabu (21 Oktober 2009) lalu akan bertemu ratusan badut di sana dan dalam lima menit penunjung semua diminta tertawa. Itulah upaya membuat rekor Five Minute Laughing Record dalam rangka Konvensi Badut Dunia yang ke-14.

Konvensi itu tak cuma berhaha-hihi. Dan meskipun peserta konvensi semuanya badut, yang dibahas bisnis yang serius. Para seniman dan pengusaha sewa badut dari Amerika Latin dan Utara berkumpul di acara itu.

Badut memang bukan bisnis kecil. Tengok misalnya kiprah Guy Laliberté. Pengusaha Kanada berdarah Perancis ini merupakan pengusaha sewa badut hiburan yang sukses. Ia juga seniman Kanada ternama. Dulu sebelum jadi pebisnis ia pernah bekerja di perusahaan listrik Kanada pada tahun 1979. Di sana ia cuma tiga hari bekerja karena ada pemogokan kerja. Alih-alih mencari pekerjaan lain Guy malah bergabung dengan sirkus jalanan. Lalu terlibat dalam kegiatan pasar seni pada tahun-tahun berikutnya meskipun tak menguntungkan.

Tahun 1984 untuk merayakan 450 tahun Kanada ia mendapat proyek dari pemerintah negaranya untuk ambil bagian dalam perayaan akbar tersebut. Tahun itulah bisnis sirkusnya bernama Cirque du Soleil dimulai. Ia menandatangani kontrak senilai 1,2 juta dolar (Kanada). Sejak itulah bisnis sirkusnya dan sewa badut mekar yang mengantarkan Guy menjadi seorang billionaire saat ini.

Sekarang ia mempekerjakan hampir 4.000 orang dan lebih dari seribu orang merupakan para artis yang di antaranya adalah para badut. Peran badut (sewa badut) terhadap karir Guy terlihat juga ketika ia dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year dunia pada tahun 2007 di Monte Carlo, Monaco. Sebuah media menulis judul laporannya dengan jenaka: Badut Memenangkan Entrepreneur of The Year Dunia.

Guy Laliberté selalu fenomenal. Dengan kekayaannya ia bisa melakukan apa saja, termasuk tamasya ke luar angkasa bersama pesawat ulang-alik Rusia Juni 2009 lalu. Dasar badut di luar angkasa pun ia menunjukkan kebadutannya dengan memasang hidung badut dan mempertunjukkannya ke penduduk bumi.

majalahduit.co.id

29 Oktober 2009

Ribuan Badut Ikut Meriahkan Konvensi Tahunan



Ibukota Meksiko City, Meksiko, baru-baru ini, mendadak semarak dengan kehadiran ribuan badut (Sewa Badut) penghibur yang memadati monumen di pusat kota. Para badut itu tidak hanya berasal dari Meksiko, tetapi juga dari kawasan Amerika Tengah dan Amerika Serikat. Mereka ***ndang oleh pemerintah untuk memeriahkan konvesi tahunan kongres yang ke-14 kalinya digelar.

Undangan ini disambut antusias para badut (sewa badut). Bahkan pihak penyelenggara dan petugas keamanan harus susah payah menertibkan mereka saat mengabadikan gambar .

Tak hanya badut, keceriaan turut dirasakan warga Meksiko. Berbagai atraksi khas badut, seperti menari, menyanyi, dan sulap ditampilkan serta dinikmati secara umum. Selain (sewa badut) badut dewasa, anak anak tidak mau kalah untuk tampil dengan memakai (sewa badut) kostum badut. Dalam konvensi yang berlangsung selama empat hari itu, sejumlah acara seperti seminar serta perlombaan juga digelar.

berita.liputan6.com