Tampilkan postingan dengan label badut pesta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label badut pesta. Tampilkan semua postingan

08 Juni 2010

Sekilas tentang sejarah badut

Badut adalah pemain lucu, stereotip ditandai dengan penampilan aneh mereka: wig berwarna, gaya make up, kostum aneh, alas kaki yang tidak biasa besar, hidung merah, dll, yang menghibur penonton dengan bertindak dengan cara yang lucu. Jenis tindakan mereka sangat bervariasi. Meskipun beberapa menemukan badut menjadi menakutkan, tujuan mereka adalah untuk menghibur orang, terutama anak-anak muda. Peter Berger menulis bahwa "Tampaknya masuk akal bahwa kebodohan dan orang bodoh, seperti agama dan sihir, memenuhi beberapa kebutuhan berakar dalam masyarakat manusia" Untuk alasan ini., Pembadutan sering dianggap sebagai bagian penting dari pelatihan sebagai suatu disiplin kinerja fisik, sebagian karena materi pelajaran sulit bisa ditangani, tetapi juga karena memerlukan tingkat resiko yang tinggi dan bermain di pelaku.

Sejarah badut Barat

Pembadutan dikembangkan dari suatu tradisi yang luas penampilan historis, dan sulit untuk menunjukkan sebuah tradisi tunggal atau bahkan yang sedikit berbeda sebagai pelopor utama untuk badut. Namun ada beberapa bentuk hiburan terkemuka masa lalu contemporarily terkait dengan pembadutan sebagai pendahulu yang mungkin terjadi.

Contoh dari sejarah, "badut seperti" artis komedi telah menjadi pantomimus di Yunani kuno, Lazzi dari dell'arte Commedia, bouffons, jesters pengadilan, serta tradisi mime Perancis. Di atas ini ada banyak tradisi pembadutan non-Eropa (termasuk tokoh badut seperti teater Kabuki di Jepang) untuk mempertimbangkan yang mungkin atau mungkin tidak dipengaruhi apa yang sekarang kita anggap sebagai badut.

Sumber : Wikipedia

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

18 Maret 2010

Si Badut yang Bikin Tersenyum



PERNAH menonton sirkus? Tentu ada pertunjukan lucu nya, ya untuk mengurangi atraksi yang menegangkan, seseorang dengan kostum gombrang, perut dan bokong besar, muka di cat, mulut dan hidung merah, melakukan gerakan-gerakan konyol, mimik lucu (Sewa Badut). Kadang sengaja terjatuh, tersandung, terpukul, yang kesemuanya mengundang tawa. Apakah nama peran mereka itu? Bagaimana sejarah kehadiran mereka?

Badut, itulah sebutan bagi mereka. Berbeda dengan pelawak biasa, badut senantiasa dilengkapi dengan kostum yang ”khas”, dan melakukan gerakan lucu, atau berpantomim, tahu kan pantomim?, itu lho gerakan ”bisu” yang mengekpresikan suatu maksud atau kegiatan.

Arti kata badut juga mengalami perluasan, tidak hanya orang di sirkus tadi, atau yang berkostum lucu saja yang disebut badut, hampir semua perilaku orang yang bisa mengundang tawa atau kelucuan, walaupun dia bukan tukang melucu, disebut juga sebagai badut.

harlequin Badut sudah ada sejak jaman Yunani dan Romawi Kuno, di Eropa badut dikenal dengan nama harlequin dan arlecchino (sejak abad pertengahan 500 – 1500 M). Kostum Badut yang ”khas” seperti gombrang, sepatu besar, renda diseputar leher, topi kotak-kotak warnawarni, baru dikenal sejak abad 18, dan dipopulerkan di Jerman.

Sekarang banyak yang membutuhan Sewa Badut ada di mana-mana, di mal-mal, di jalanan, dengan kostum yang tidak lagi "standar", namun kadang menirukan tokoh kartun terkenal saat itu, bahkan dia bisa kamu panggil waktu kamu mengadakan acara ulang tahun misalnya, ayo tertawa gembira bersama badut lucu.***

(dari berbagai sumber)

22 Februari 2010

Profesi Badut Tetap Bertahan


Charlie Chaplin pernah bilang, “Cuma badut yang bisa membuat manusia terbang ke awan, bukannya para politikus yang tukang berantem,” mulai terbukti kebenarannya.

Profesi badut sebenarnya tak kalah tua dengan kemampuan manusia berpolitik praktis. Konon, sejak zaman Yunani dan Romawi kuno, sudah ada manusia penghibur yang memoles wajahnya dengan bedak tebal dan berpakaian aneh, serta fasih memperagakan mimik-mimik lucu.

Belakangan, istilah badut sendiri melebar ke mana-mana. Lihat saja, hampir semua pelawak dan pemancing tawa kini juga kerap dijuluki sebagai badut. Bahkan orang serius yang sedang bertingkah laku konyol pun dikatai badut. Ya, sebagai istilah, badut memang mengalami perluasan makna.

Tapi kalau melihat sejarahnya, badut mengacu pada seseorang yang punya dandanan lucu (kadang meniru karakter komik). Selain itu, didukung make-up tebal cenderung menor, hingga kostum berwarna norak nan unik. Ditambah kemampuan memperagakan mimik lucu dan gerakan-gerakan konyol, tanpa sedikit pun melepas kata-kata. Inilah yang membedakannya dengan pelawak konvensional. Badut mulai berkembang seiring perkembangan zaman, misalnya badut pesta, badut ulang tahun, dan beberapa tempat juga ada sanggar badut.

Di Abad Pertengahan (sekitar tahun 500 M hingga 1.500 M) contohnya, tersebutlah karakter badut atau Professional Clown yang sangat terkenal. Masyarakat Eropa, khususnya Italia, mengenalnya sebagai arlecchino atau harlequin, yang dipopulerkan kelompok sandiwara commedia dell' arte. Kostum yang digunakan pun masih sangat sederhana, belum se-ngejreng sekarang.

Sedangkan busana badut seperti yang dikenal sekarang, sesungguhnya hasil perkembangan kostum yang pernah populer di Jerman dan Inggris, sekitar abad ke-18 M. Kala itu, dandanan dan gaya pantomim Pickellherring begitu terkenal. Cirinya, baju dan sepatu gombrong (kebesaran), penutup kepala warna-warni, serta renda besar yang melingkar di seputar leher sang badut.

Salah satu pelopor pemakaian kostum badut modern, sekaligus bintang sirkus di awal abad ke-18 M, adalah karakter Jocy yang diciptakan Joseph Grimaldi. Konon, kelebihan Jocy yang membuatnya dikenang dalam sejarah perbadutan adalah kemampuannya menghidupkan tokoh badut yang diperankan. Jocy tak sekadar melucu, tapi juga memainkan perasaan penontonnya, lewat mimik sedih, bahkan ketakutan.

Menjelang era perfilman modern, karakter badut mengilhami banyak tokoh bisnis hiburan. Komedian Charlie Chaplin dan Buster Keaton misalnya, mengadopsi spirit para badut dalam semua film bisunya. Mulailah perkembangan era baru perbadutan, dari awalnya mengamen di jalan, menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis hiburan.

Kini, badut-badut atau Professional Clown bisa dengan mudah ditemukan di berbagai tempat hiburan, semisal badut pesta, badut ulang tahun. Tentu, dengan beragam aksesori tambahan yang makin bikin geregetan. Uniknya, dengan tujuan yang selama berabad-abad lamanya tak pernah berubah, untuk memancing tawa dan menghibur siapa pun yang memandangnya.

Barangkali benar kata penulis lagu beken Amerika, Cole Porter (1893-1964): “All the world loves a clown.” Ya, sepertinya memang tak seorang pun di muka bumi ini yang tak suka badut. Tak salah kalau dia layak diberi gelar warga favorit dunia

rileks.com

28 Januari 2010

Sewa Badut dan Sulap Makin Banyak Order



RUMAHNYA di Gang I Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto nampak lengang. Hanya ada seorang ibu tua sedang duduk santai bersama cucunya di teras rumah sederhana itu. Tak lama berselang, dari rumah terlihat seorang pria dengan kumis lebat keluar.

Pak Dullah atau Bang Dullah, pria itu akrab dipanggil. Mengenakan kaos oblong putih dan celana selutut, pria itu terus mengumbar senyumnya. Tepat di atap teras rumah, tergantung tulisan sulap dan badut (professional clown). ''Ya, masih ada saja yang manggil saya untuk main sulap,'' ungkap bapak tiga anak ini sembari menghisap kuat-kuat rokok filternya.

Tepat di atas dia duduk, terlihat berjajar rapi kepala-kepala badut. Tak ada yang seram dari badut-badut itu. Hampir semuanya tokoh film anak-anak. ''Selama ini, yang sering tampil di acara ulang tahun, perpisahan siswa TK dan khitanan,'' katanya.

Bisa bermain sulap seperti saat ini, Pak Dullah tak pernah secara khusus sekolah. Diawali belajar di Solo, dia langsung mengikuti seorang tabib yang juga pesulap. ''Dari Solo, saya belajar lagi ke seorang pesulap dan juga jualan alat sulap di Surabaya,'' ujarnya.

Kini, didukung lamanya bergelut dengan sulap, Pak Dullah sudah mengantongi berbagai macam permainan sulap. Diantaranya, meja goyang, dompet keluar api, lilin jadi bunga, kertas jadi uang dan sendok bengkok sendiri. Selain itu, masih ada beberapa permainan sulap yang siap menghibur penonton. ''Saya terus mengikuti perkembangan sulap. Dan, seminggu sekali saya berlatih,'' katanya.

Ditengah berbincang santai itu, mendadak tangannya mengeluarkan dompet. Dengan cepat, tangan itu membuka dompet. Dan, dari dompet itu keluar api yang siap membakar apa saja. ''Ini bentuk permainan sulap dompet keluar api,'' ungkapnya yang langsung menutup kembali dompet dan tersenyum.

Tak hanya itu, meja bundar di sudut rumah yang sebelumnya tenang mendadak bergoyang. Melihat itu, Pak Dullah hanya tertawa. Namun, dia tidak memperlihatkan sedikit pun rahasia dibalik bergoyangnya meja tersebut. ''Sulap itu kan hiburan,'' katanya.

Sebagai seorang pemain sulap yang kerap menghibur anak-anak, Pak Dullah dituntut pandai mengambil hati anak-anak. Tak heran, pria kelahiran Mojokerto, 16 November 1966 itu humoris dan menunjukkan kasih sayangnya saat bertemu anak-anak. ''Selain keahlian, juga dituntut bisa mengajak komunikasi anak-anak,'' katanya.

Selama ini yang dirasakan, tidak ada waktu-waktu ramai tanggapan atau sepi. Setiap bulan dalam setahun hampir rata-rata. ''Sebulan ya rata-rata enam kali,'' katanya. Tergantung permintaan, hanya sulap atau lengkap dengan badut. Masing-masing mempunyai tarif sendiri. ''Kalau sulap lengkap dengan badut Rp 500 ribu,'' ungkapnya.

Untuk tarif tersebut, dia harus bermain sekitar satu jam dengan 7 sampai 12 macam permainan sulap. Sedangkan, kalau hanya sulap saja, tarifnya Rp 350 ribu. Pun kalau hanya badut (professional clown), tarifnya Rp 200 ribu. ''Tak hanya acara anak-anak. Saya pernah ***ndang pada acara halalbihalal dan reuni. Tapi memang, dalam halalbihalal itu pesertanya membawa anaknya,'' katanya.

Anaknya yang sekarang sudah SMA sudah diajari permainan sulap. Bahkan, anaknya tersebut sudah mulai berani memenuhi tanggapan. Kalau permintaan belajar, belakangan memang ada. Tapi, belum bisa dipenuhi. Permintaan tersebut berbarengan dengan banyaknya acara sulap di televisi.

jawapos.com

21 Januari 2010

Badut Yang Lucu dan Ceria



PERNAH menonton sirkus? Tentu ada pertunjukan lucu nya, ya untuk mengurangi atraksi yang menegangkan, seseorang dengan kostum gombrang, perut dan bokong besar, muka di cat, mulut dan hidung merah, melakukan gerakan-gerakan konyol, mimik lucu (sanggar badut). Kadang sengaja terjatuh, tersandung, terpukul, yang kesemuanya mengundang tawa. Apakah nama peran mereka itu? Bagaimana sejarah kehadiran mereka?

Badut, itulah sebutan bagi mereka. Berbeda dengan pelawak biasa, badut senantiasa dilengkapi dengan kostum yang ”khas”, dan melakukan gerakan lucu, atau berpantomim, tahu kan pantomim?, itu lho gerakan ”bisu” yang mengekpresikan suatu maksud atau kegiatan (sanggar badut).

Arti kata badut juga mengalami perluasan, tidak hanya orang di sirkus tadi, atau yang berkostum lucu saja yang disebut badut, hampir semua perilaku orang yang bisa mengundang tawa atau kelucuan, walaupun dia bukan tukang melucu, disebut juga sebagai badut.

harlequin Badut sudah ada sejak jaman Yunani dan Romawi Kuno, di Eropa badut dikenal dengan nama harlequin dan arlecchino (sejak abad pertengahan 500 – 1500 M).

Kostum Badut yang ”khas” seperti gombrang, sepatu besar, renda diseputar leher, topi kotak-kotak warnawarni, baru dikenal sejak abad 18, dan dipopulerkan di Jerman.

Sekarang badut ada di mana-mana, di mal-mal, di jalanan, dengan kostum yang tidak lagi "standar", namun kadang menirukan tokoh kartun terkenal saat itu, bahkan dia bisa kamu panggil waktu kamu mengadakan acara ulang tahun misalnya, ayo tertawa gembira bersama badut lucu.***

(dari berbagai sumber)

30 Desember 2009

Persiapan Pesta Ultah Untuk Anak



1. TEMA PESTA ULANG TAHUN

Kenapa harus ada tema? Ini kembali ke inti pesta yang pertama. Si anak yang ulang tahun harus senang. Jadi sebaiknya dibuat ulang tahun anak berdasarkan kesenangan dari si anak. Umumnya yang menjadi tema tuh tokoh-tokoh kartun kegemaran si anak. Tapi gak melulu harus tokoh kartun kok. Apalagi kalo untuk pesta ulang tahun umur 1 tahun, belum tentu dia udah punya tokoh kartun favorit kan?

Nah kalo begitu tinggal diliat aja nih anak demen apa. Misalnya mainan favorit dia. Mungkin dia punya boneka kesayangan berbentuk kelinci ? Nah kelinci bisa jadi tema pestanya. Atau dia suka sama bola? Atau balon? Semua bisa jadi tema pesta (sewa badut).

Bahkan mungkin bisa dari makanan favoritnya. Mungkin dia suka wortel misalnya. Kita bisa membuat pesta ulang tahun dengan tema wortel. Nanti jadi kue taartnya juga carrot cake dan sebagainya. Atau dilihat dari moment yang dekat dengan tanggal ulang tahunnya. Misalnya berdekatan dengan Halloween, lucu juga kalo tema pesta ulang tahun anak tuh Halloween. Tapi mungkin ini lebih cocok untuk anak yang udah lebih besar.

2. WAKTU YANG TEPAT
Nah, kalau yang ini jelas tak menyangkut dana. Kita tinggal mengaturnya dengan jadwal harian anak. Sebaiknya disesuaikan dengan jam main anak. Bisa di pagi hari sekitar jam 11.00 karena biasanya masih segar buat anak dan juga pas dengan waktu makan siang. "Atau, sore hari sekitar jam 4.00 karena anak biasanya sudah bangun dari tidur siang," Mengenai harinya, sebaiknya dipilih saat sekeluarga libur agar bisa berkumpul, seperti Sabtu dan Minggu.

3. MEMAKAI JASA PARTY ORGANIZER
Yang paling penting, "Pilihlah birthday planners, yang benar-benar berkualitas, enggak asal dapat komisi." Karena, organizer inilah yang memilihkan segalanya, dari pembawa acara, kue ulang tahun, Sewa Badut, dekorasi ulang tahun, foto, video, sampai makanan.

Birthday planners harus bertanggung jawab atas berlangsungnya pesta. "Yang ditakutkan, awalnya mereka ikut sibuk memberi saran dan mencarikan segala keperluan, baik kue, dekorasi ulang tahun, dan sebagainya. Tapi, begitu sudah dibayar, mereka ngilang." Organizer yang berkualitas justru selalu siap pada saat acara berlangsung, "sehingga bila ada sesuatu yang enggak sesuai, dia yang bertanggung jawab, bukan yang punya acara."

Party organizer yang baik biasanya diketahui dari mulut ke mulut. dan sudah terbiasa menghandle kegiatan pesta. Nah, mereka juga menyediakan paket, dari kue, MC, dekorasi, Sewa Badut dan sebagainya. Semua keperluan acara kids party, mereka yang menyiapkan.

Karena itu, jangan asal memilih dalam pesta anak, semisal dari "iklan-iklan" yang dipasang di pinggir jalan. "Memang enggak semua jelek, tapi kalau ada apa-apa, kita mau komplain ke siapa?" Kalau yang sudah punya nama, tentu mereka akan menjaga nama baik perusahaannya.

zinnialand.multiply.com

15 Desember 2009

Sejarah Dunia Badut



di abad pertengahan (sekitar tahun 500 m hingga 1.500 m) terdapat karakter badut yang sangat terkenal. masyarakat eropa, khususnya italia, mengenalnya sebagai arlecchino atau harlequin, yang dipopulerkan kelompok sandiwara commedia dell `arte. kostum yang digunakan masih sangat sederhana.
sedangkan busana / kostum badut seperti yang dikenal sekarang, sesungguhnya hasil perkembangan kostum yang pernah populer di jerman dan inggris, sekitar abad ke-18 m. kala itu, dandanan dan gaya pantomim pickellherring begitu terkenal. cirinya, baju dan sepatu "gombrong" (kebesaran), penutup kepala warna-warni, serta renda besar yang melingkar di seputar leher sang badut.
pada abad ke-18 m ini pula, badut mulai menjadi bagian penting dari pertunjukan sirkus. maklum, atraksi sirkus biasanya dipenuhi adegan-adegan akrobat yang menegangkan. nah, kehadiran makhluk aneh pemancing tawa diharapkan bisa mengendurkan kembali urat saraf yang meregang. hingga saat ini, aksi para badut tetap menjadi mata acara yang ditunggu-tunggu.
salah satu pelopor pemakaian kostum badut modern, sekaligus bintang sirkus di awal abad ke-18 m, adalah karakter jocy yang diciptakan joseph grimaldi. konon, kelebihan jocy yang membuatnya dikenang dalam sejarah perbadutan adalah kemampuannya menghidupkan tokoh badut yang diperankan. jocy tak sekadar melucu, tapi juga memainkan perasaan penontonnya, lewat mimik sedih, bahkan ketakutan.
menjelang era perfilman modern, karakter badut mengilhami banyak tokoh bisnis hiburan. sebagai contoh, komedian charlie chaplin dan buster keaton mengadopsi spirit para badut dalam semua film bisunya. mulailah perkembangan era baru perbadutan, dari awalnya mengamen di jalan, menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis hiburan.

kini, badut-badut bisa dengan mudah ditemukan di berbagai tempat hiburan. tentu, dengan beragam aksesori tambahan yang makin bikin geregetan. semisal hidung bulat bak tomat, atau topeng meniru karakter komik tertentu. uniknya, dengan tujuan yang selama berabad-abad lamanya tak pernah berubah, untuk memancing tawa dan menghibur siapa pun yang memandangnya.
barangkali benar kata penulis lagu beken amerika serikat, cole porter (1893 - 1964) : "all the world loves a clown." ya, sepertinya memang tak seorang pun di muka bumi ini yang tak suka badut. tak salah kalau dia layak diberi gelar warga favorit dunia.




http://id.wikipedia.org

03 Desember 2009

Seorang Badut Pergi Ke Ruang Angkasa



Jika berkunjung ke kota Mexico City, Meksiko, hari-hari ini jangan heran jika bertemu dengan banyak badut (Sewa Badut) di sana. Malah jika mengunjungi Monumen Revolusi Rabu (21 Oktober 2009) lalu akan bertemu ratusan badut di sana dan dalam lima menit penunjung semua diminta tertawa. Itulah upaya membuat rekor Five Minute Laughing Record dalam rangka Konvensi Badut Dunia yang ke-14.

Konvensi itu tak cuma berhaha-hihi. Dan meskipun peserta konvensi semuanya badut, yang dibahas bisnis yang serius. Para seniman dan pengusaha sewa badut dari Amerika Latin dan Utara berkumpul di acara itu.

Badut memang bukan bisnis kecil. Tengok misalnya kiprah Guy Laliberté. Pengusaha Kanada berdarah Perancis ini merupakan pengusaha sewa badut hiburan yang sukses. Ia juga seniman Kanada ternama. Dulu sebelum jadi pebisnis ia pernah bekerja di perusahaan listrik Kanada pada tahun 1979. Di sana ia cuma tiga hari bekerja karena ada pemogokan kerja. Alih-alih mencari pekerjaan lain Guy malah bergabung dengan sirkus jalanan. Lalu terlibat dalam kegiatan pasar seni pada tahun-tahun berikutnya meskipun tak menguntungkan.

Tahun 1984 untuk merayakan 450 tahun Kanada ia mendapat proyek dari pemerintah negaranya untuk ambil bagian dalam perayaan akbar tersebut. Tahun itulah bisnis sirkusnya bernama Cirque du Soleil dimulai. Ia menandatangani kontrak senilai 1,2 juta dolar (Kanada). Sejak itulah bisnis sirkusnya dan sewa badut mekar yang mengantarkan Guy menjadi seorang billionaire saat ini.

Sekarang ia mempekerjakan hampir 4.000 orang dan lebih dari seribu orang merupakan para artis yang di antaranya adalah para badut. Peran badut (sewa badut) terhadap karir Guy terlihat juga ketika ia dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year dunia pada tahun 2007 di Monte Carlo, Monaco. Sebuah media menulis judul laporannya dengan jenaka: Badut Memenangkan Entrepreneur of The Year Dunia.

Guy Laliberté selalu fenomenal. Dengan kekayaannya ia bisa melakukan apa saja, termasuk tamasya ke luar angkasa bersama pesawat ulang-alik Rusia Juni 2009 lalu. Dasar badut di luar angkasa pun ia menunjukkan kebadutannya dengan memasang hidung badut dan mempertunjukkannya ke penduduk bumi.

majalahduit.co.id

25 November 2009

Tips Membawa Si Kecil Ke Acara Pesta Ulang Tahun



Membawa anak ke pesta memang gampang-gampang susah. Apalagi jika ini adalah pestanya yang pertama. Salah-salah, bukannya senang, si kecil malah ketakutan menghadapi segala sesuatu yang serba baru buat mereka.

Ya, di pesta, si kecil akan menemukan hal-hal baru di luar rutinitasnya sehari-hari. Hal ini bisa membuatnya merasa tertarik, atau malah ketakutan. "Anak yang biasa di rumah merasa tenang, berdua dengan ibu atau pengasuh, tiba-tiba harus dihadapkan pada keramaian pesta. Tentunya perlu adaptasi," ujar Vera Itabiliana, Psi., Psikolog Anak dan Remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia.

Agar acara menghadiri pesta bisa berjalan lancar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua. Apa sajakah itu?

BERI PENJELASAN
Sebelum mengajak ke pesta, beri pengertian mendalam tentang apa itu pesta. Selanjutnya perlu dijelaskan pesta apa yang akan dihadiri, misalnya pesta ulang tahun, pesta pernikahan, atau pesta sunatan. "Beri ruang selama beberapa hari untuk anak bertanya-tanya, misalnya apa itu pernikahan. Berusahalah untuk memuaskan segala keingintahuan mereka di rumah," jelas Vera.

Beri tahu apa yang mungkin akan ditemuinya atau dihadapinya di pesta, misalnya badut (Professional Clown) atau ondel-ondel. Jika perlu berikan contoh-contoh gambar dan simulasi-simulasi agar ia tak merasa kaget.

TAKUT BADUT
Menurut Vera, sangat wajar jika anak takut badut (professional clown). "Terkadang badut memang menyeramkan, dengan badan yang sangat besar dan hidung bulat berwarna merah. Orang dengan postur seperti ini memang tidak sesuai dengan apa yang biasa dilihat oleh anak. Oleh sebab itu, awalnya dia pasti merasa kaget dan takut." Ada beberapa cara agar si kecil tak takut badut (professional clown).

* Beri penjelasan
Sebelum pergi ke pesta, berilah penjelaskan apa itu badut (professional clown)dan mengapa kita tidak perlu takut pada badut. Berikan contoh gambar-gambar badut atau beli boneka berwujud badut. Jika ada, tonton film anak-anak yang ada tokoh badutnya. Jangan paksa anak untuk langsung menyukai boneka badut (professional clown) tersebut. Biarkan saja, perlahan-lahan ia akan tertarik dan mulai memainkannya.

* Karang cerita
Anda dapat mengarang cerita tentang bagaimana badut (professional clown) bersahabat dengan anak kecil. Atau bagaimana seorang anak yang tadinya takut badut, akhirnya tidak takut lagi karena kebaikan-kebaikan si badut.

* Beri pelukan
Anak dapat mengatasi rasa takutnya jika melihat respon orangtuanya. Oleh sebab itu, reaksi orangtua tidak boleh berlebihan. Peluk saja anak dengan lembut dan katakan bahwa Anda mengerti akan ketakutannya. Lebih baik lagi jika sebelum mempertemukannya secara langsung, anak diperlihatkan dulu aktivitas si badut (professional clown) dari jauh.

* Beri contoh
Jangan coba menyuruh anak menghilangkan rasa takutnya dengan kata-kata. Tindakan atau contoh nyata lebih baik, misalnya dengan mengajak badut (professional clown) bersalaman, atau cobalah bercanda dengan badut. Dengan melihat bahwa orangtuanya tidak takut, anak akan berhasil mengatasi ketakutannya sendiri.

* Jangan memaksa
Setelah berbagai cara dilakukan, mungkin si anak belum berani bersalaman atau berinteraksi langsung dengan badut (professional clown). Biarkan saja, jangan terlalu memaksa. Setidaknya ia tak lagi menjerit dan menangis ketika bertemu dengan badut (professional clown).

* Mencegah rewel
Anak yang mengantuk atau lapar akan jauh lebih rewel. Oleh sebab itu pastikan anak sudah tidur dan makan dengan cukup sebelum membawanya ke pesta.

Nah, sekarang sudah siap membawa anak ke pesta?

sumber: nova

12 November 2009

Sejarah Dunia Badut




Belakangan, istilah badut maskot (dalam bahasa inggris=the clown) sendiri melebar ke mana-mana. Hampir semua pelawak dan pemancing tawa, kini juga kerap dijuluki sebagai badut. Bahkan orang serius yang sedang bertingkah laku konyol sering dikatakan badut. Sebagai istilah, badut, the clown mengalami perluasan makna.

Menurut sejarahnya,
badut mengacu pada seseorang dengan dandanan lucu (terkadang meniru karakter komik), make-up tebal dan kostum berwarna unik, mempunyai kemampuan memperagakan mimik lucu dan gerakan-gerakan konyol, tanpa sedikit pun melepas kata-kata. Inilah yang membedakannya dengan pelawak konvensional.


id.wikipedia.org

29 Oktober 2009

Ribuan Badut Ikut Meriahkan Konvensi Tahunan



Ibukota Meksiko City, Meksiko, baru-baru ini, mendadak semarak dengan kehadiran ribuan badut (Sewa Badut) penghibur yang memadati monumen di pusat kota. Para badut itu tidak hanya berasal dari Meksiko, tetapi juga dari kawasan Amerika Tengah dan Amerika Serikat. Mereka ***ndang oleh pemerintah untuk memeriahkan konvesi tahunan kongres yang ke-14 kalinya digelar.

Undangan ini disambut antusias para badut (sewa badut). Bahkan pihak penyelenggara dan petugas keamanan harus susah payah menertibkan mereka saat mengabadikan gambar .

Tak hanya badut, keceriaan turut dirasakan warga Meksiko. Berbagai atraksi khas badut, seperti menari, menyanyi, dan sulap ditampilkan serta dinikmati secara umum. Selain (sewa badut) badut dewasa, anak anak tidak mau kalah untuk tampil dengan memakai (sewa badut) kostum badut. Dalam konvensi yang berlangsung selama empat hari itu, sejumlah acara seperti seminar serta perlombaan juga digelar.

berita.liputan6.com