Tampilkan postingan dengan label karya seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya seni. Tampilkan semua postingan

28 Desember 2010

Mari Mengenal Lebih Dekat Seorang Atiqah Hasiholan

Artis ini mengawali karirnya dari dunia teater dan berkembang ke layar lebar. Alasan dia pindah kelayar lebar adalah untuk kepuasan batin sekaligus materi. Sedangkan kemampuan aktingnya mulai mendapat perhatian khalayak ketika perannya sebagai Maida dalam film Ruma Maida masuk nominasi pada Festival Film Indonesia (FFI) tahun ini sebagai Pemeran Utama Terbaik Wanita.


Sebelum menjadi seniman di bidang akting, Atiqak pernah bekerja sebagai orang kantoran. Karena merasa tidak nyaman, dia banting stir dan pindah ke dunia yang sekarang ini digelutinya. Penampilan pertamanya bisa kita nikmati dalam film Berbagi Suami. Kemudian berlanjut di film Suster N dan menjadi pemeran utama pada film Jamila dan Sang Presiden. Dan terakhir sekarang yang menjadi pembicaraan masyarakat pecinta film Indonesia, Ruma Maida.

Kelebihan : Punya bekal yang cukup dalam kemampuan akting

Kekurangan: Perjalanan karir di bawah bayangan nama ibunya, Ratna Sarumpaet



Sumber

22 Juli 2010

Pertunjukan Teater Anak Indonesia Di Luar Negeri

Semestinya anak-anak Teater Tanah Air bisa menunjukkan kemampuan mereka dalam The 11th World Festival of Children’s Theatre yang digelar di Lingen, Jerman, dua pekan lalu. Wakil dari Indonesia ini urung mementaskan lakon Spectacle Zero dalam festival teater anak dunia yang diselenggarakan pada 18-25 Juni lalu itu. Mereka gagal mendapatkan visa ke Jerman.

Ahad lalu, wartawan Tempo Ismi Wahid berbincang dengan sutradara Teater Tanah Air, Jose Rizal Manua, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, tempat ia biasa melatih anak-anak teater itu. Menurut Jose, permohonan pembuatan visa keberangkatan telah diajukan jauh-jauh hari ke Kementerian Luar Negeri. Tapi permohonan tersebut dikembalikan pada saat hari keberangkatan sudah dekat. "Saya tidak tahu mengapa mereka mengembalikan itu di saat semua pihak tidak bisa menolong kami untuk membuat visa secepat itu," katanya.

Pihak Kementerian Luar Negeri melalui Acting Direktur Diplomasi Publik Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Riaz J.P. Saehu mengatakan pengajuan visa untuk anak-anak di bawah umur memerlukan persyaratan yang lebih spesifik dibanding orang dewasa. Persyaratan itu, antara lain, adanya surat pengadilan dan surat notaris yang menyatakan persetujuan orang tua untuk keberangkatan anak-anak di bawah umur tersebut. Persyaratan itu untuk menjamin jika terjadi sesuatu pada anak-anak. “Kami bantu. Hanya persyaratan harus dipenuhi sendiri dan itu bukan tugas kami,” ujar Riaz melalui surat elektronik.Menurut Riaz, Kementerian memberikan nota rekomendasi yang ditujukan kepada Kedutaan Besar Belanda karena tiket yang dimiliki oleh Teater Tanah Air tiket Garuda Indonesia dengan tujuan Belanda, sebelum menuju Jerman. Proses menjadi lama karena Kedutaan Besar Belanda di Jakarta menolak sebelum visa Jerman dibuat.

Selanjutnya, Kementerian memfasilitasi kembali nota diplomatik rekomendasi visa ke Kedutaan Besar Jerman. "Informasi yang kami peroleh dari Kedubes Jerman, Teater Tanah Air hanya menyampaikan paspor tanpa melengkapi persyaratan administrasi lainnya. Itu di luar kewenangan kami,” kata Riaz.Begitulah. Yang jelas, gagalnya Pertunjukan Teater Tanah Air tampil di festival teater anak dunia itu membuat Jose Rizal Manua kecewa berat.

Sumber : tempointeraktif.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

14 September 2009

Kreatifitas Baru dari Pameran Seni Serat

Tiga orang seniman serat Yogyakarta Selasa (16/6/09) kemarin, menggelar karya-Karya Seni seni seratnya. Para seniman ini tidak hanya menampilkan keindahan serat kain, tapi juga dipadukan juga seni lukis.

Benang dan serat selama ini mungkin hanya menjadi perhatian dunia fashion dan mode, dengan diciptakan menjadi karya busana. Namun siapa sangka ? Benang dan serat bisaa menjadi karya sendiri dalam dunia seni. Dalam sebuah Pameran Kesenian serat dengan tajuk textile di Bentara Budaya Yogyakarta, 3 orang seniman serat Yogyakarta menampilkan karya-karya seni seratnya. Mereka adalah Abdul Syukur, Ricky Sukma dan Caroline Rika.

Apabila selama ini seni serat lebih banyak dikenal dinegara luar, dan di Indonesia hanya segelintir seniman di Bandung saja yang berani menampilkan serat. Pameran di Yogyakarta ini sekaligus ingin menumbuhkan rasa optimisme dalam dunia seni serat.

Benang dan serat yang memang memiliki dimensi yang flexibel dengan sangat kreatif, dibentuk dan Desain Pameran oleh 3 orang seniman ini menjadi beragam karya. Tentunya dengan kekuatan tematik masing - masing, seperti karya Abdul Syukur yang menggabungkan benang wol dengan sebuah lukisan cat arkrilik ataupun karya Ricky Sukma yang menggabungkan media serat.

Melalui pameran ini semakin menyiratkan semangat akan kelahiran baru seni serat yang menampilkan kreasi dan kreatifitas baru. Pameran ini akan berlangsung hingga tanggal 21 Juni mendatang di Bentara Budaya Yogyakarta.

indosiar.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang