Tampilkan postingan dengan label tari nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tari nusantara. Tampilkan semua postingan

15 Desember 2009

Puluhan Seniman Bali Protes Malaysia



puluhan seniman bali memprotes tindakan malaysia yang terkesan mengklaim
seni tari pendet bali atau tari selamat datang untuk iklan oleh negeri jiran itu. protes yang dipimpin gurubesar institut seni indonesia (isi) denpasar prof wayan dibia, ma disampikan kepada ida ayu agung mas, anggota dewan perwakilan daerah (dpd-ri) di taman budaya denpasar, sabtu.
seni tari pendet yang dibawakan wanita berbusana adat bali ditayangkan berkali-kali dalam iklan visit malaysia year, padahal sesungguhnya jenis tarian tersebut merupakan warisan budaya bali secara turun temurun.
"berdasarkan pengamatan kami, penari pendet dalam iklan tersebut merupakan alumnus isi denpasar yang bernama lusia dan wiwik. pengambilan gambar tersebut dilakukan oleh bali record sekitar dua hingga tiga tahun lalu," ujar prof dibia.

untuk itu, kepada pemerintah ia menyerukan protesnya agar dapat mempertahankan produk kesenian yang ada untuk kembali didata dan didaftarkan sehingga tidak mudah diklaim oleh negara lain. "tari pendet merupakan bagian dari warisan budaya kita, yang mana dalam tarian tersebut menampilkan nilai-nilai seni dan simbol-simbol budaya yang hanya dimiliki oleh tradisi budaya hindu-bali," katanya.
sementara anggota dpd ri asal bali ida ayu agung mas merasa sangat prihatin atas klaim yang dilakukan malaysia terhadap tari pendet yang sejatinya merupakan bagian dari warisan budaya adiluhung bangsa indonesia.

"sebagai wakil rakyat, kami akan sangat mendukung bentuk protes ini dan secepatnya akan menyampaikan kepada pemerintah malaysia," kata agung mas. ia juga mengatakan bahwa pemerintah punya peran penting untuk mendata dan mendaftarkan kembali budaya-budaya yang terpencar, sehingga nantinya tidak akan mudah diklaim negara lain.
menurut dia, hal tersebut harus ditindaklanjuti dengan serius mengingat malaysia telah beberapa kali melakukan klaim terhadap budaya indonesia. dalam kesempatan tersebut juga dilakukan demontrasi pementasan tari pendet oleh penari senior arini dan dua orang cucunya yakni gung cahya (8) dan gung ari (5).




http://tabloidnova.com

09 Desember 2009

Seni Tari Dayak



1. Tari Gantar
Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya. Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya. Kursus tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak

2. Tari Kancet Papatai / Tari Perang
Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari.
Dalam tari Kancet Pepatay, penari mempergunakan pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan baju perang. Tari ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe

3. Tari Kancet Ledo / Tari Gong

Jika Tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, sebaliknya
Kursus tari Kancet Ledo menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin. Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dan pada kedua tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Biasanya tari ini ditarikan diatas sebuah gong, sehingga Kancet Ledo disebut juga Tari Gong

4. Tari Kancet Lasan

Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tari Kancet Ledo, namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon



http://www.kutaikartanegara.com