Tampilkan postingan dengan label band indie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label band indie. Tampilkan semua postingan

03 Juni 2010

Label Musik

Apa yang menyebabkan sebuah band bisa mendapatkan kontrak rekaman perusahaan Label Musik ? Pertanyaan itu pasti selalu ada di benak semua anak band. Mendapatkan kontrak rekaman adalah sesuatu yang susah-susah gampang. Dibutuhkan bakat, kepandaian dalam memasarkan, dan faktor Luck.Namun kita harus mempunyai keyakinan dan berusaha dengan cara yang tepat. Ibarat Anda bepergian naik taxi namun Anda tidak menginformasikan alamatnya ke sopirnya .Apa yang terjadi? Taxi itu akan berputar-putar saja dan tidak pernah sampai ke alamat yang dituju.

MEMBENTUK BAND
1. Mencari nama band
2. Menentukan imej Band
3. Berlatih dan Menciptakan Lagu sendiri
4. Merekam demo sederhana
5. Membentuk management Band
6. Membuat Strategi untuk mengembangkan band
7. Bernegosiasi dengan Label Musik

Cara belajar yang paling baik, menurut kami, merupakan suatu proses berkesinambungan, mulai dengan belajar secara tidak langsung yaitu dengan membaca buku, mendengarkan CD, melihat DVD, dan belajar secara langsung dari band-band sukses, ikut diskusi musik, seminar musik. Selebihnya juga BELAJAR SECARA LANGSUNG dengan bertindak, merenung, menganalisa, menyimpulkan, kemudian bersyukur dan berbagi. Demikian seterusnya dan kembali lagi ke proses awal.
Good Luck

Sumber : harmonicnoise.wordpress.com


Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis -Indonesia

01 Oktober 2009

Arti Manager Untuk Sebuah Band

Yang butuh manager sebenarnya bukan cuma artist. Semua lini yang bersifat bisnis pasti membutuhkan keberadaan posisi ini. Namun supaya pembicaraannya tidak melebar dan to the point, saya persempit skupnya menjadi : Manager Band. Maklum, artikel ini terkait erat dengan berbagai tulisan-tulisan sebelumnya tentang musik.

Dimata bisnis professional, manager menjadi semacam symbol siap tidaknya sebuah band dalam mengarungi dunia yang lebih tertata rapi dari sisi pekerjaan dan kerjasama.

Ada banyak jenis manager :

* Manager pribadi

* Manager bisnis

* Manager tur

* Manager produksi

* Koordinator Fans, dsb

Istilah manager sebenarnya sangat longgar dan luas, berdasarkan variasi tugas yang di butuhkan. Tapi sebagai langkah awal, sebaiknya kita mempunyai seorang Manager Pribadi lebih dulu. Di tangannya, pusat management bermula. Jika kerja serius antara manager dan band berbuah manis, pastilah akhirnya nanti akan lahir-manager-manager baru dalam gurita tanggung jawab si Manager Pribadi (MP) tersebut.

MP akan berurusan dengan beberapa hal pokok dibawah ini :

* Bekerjasama dengan sejumlah booking agency untuk memperoleh jadwal show di suatu tempat (dalam rangka promosi)

* Bekerjasama dengan sejumlah media dalam mengenalkan band yang dikawalnya.

* Bekerjasama dengan Pengacara dalam melakukan negoisasi dan kontrak pada perusahaan rekaman, iklan dan produk-produk merchandise

* Bekerjasama dengan Promotor Show dalam menyiapkan konser-konser, baik secara internal maupun eksternal.

* Internal misalkan : Menyewa auditional player, backing vocal, crew dan personil lainnya

* Eksternal misalkan : Mencari dukungan sponsor dan pihak perusahaan rekaman untuk menyiapkan dana.

* Memimpin penggalangan fans club

Tugas-tugas di atas jika semakin tak tertangani, kemungkinan besar dikemudian hari akan dibantu oleh manager-manager dibawah koordinasinya.

MP harus melandaskan kerjasamanya dalam hubungan saling percaya dan bahkan menjadikannya satu kesatuan bagian tak terpisahkan. Tugas pokok musisi adalah menciptakan karya sebaik-baiknya atau jadi Penulis Lagu yang handal, sedangkan tugas pokok manager adalah menjual karya tersebut hingga titik ekonomi setinggi-tingginya.

Pada awal karir tentu kita akan dipandang sebelah mata oleh perusahaan-perusahaan management artis berkualitas. Tapi jangan sedih karena di luar sana, banyak juga embrio-embrio manager tangguh yang bisa jadi membahayakan bisnis mereka kelak. Namun harus diakui mencari calon-calon manager handal itu susah-susah gampang, demikian juga sebaliknya, mencari band-band yang layak jual itu susah-susah gampang. Menurut pengamatan, biasanya pada awalnya, keduanya dipertemukan hanya berdasarkan feeling saja.

Tapi itu tidak masalah. Yang paling penting si manager punya antusiasme tinggi dan kecakapan menyampaikan strategi-strategi pemasarannya, sedangkan si band punya perfomasi yang mampu menuju pada kerja-kerja kreatif profesional. Sering kali sang manager yang tadinya tidak dikenal akhirnya malah berhasil jadi pentolan di dunia Hiburan Musik, bahkan mampu membangun kerajaan label terkemuka.

elexyoben.wordpress.com

Teknik Pernafasan & Vokal

Hal ini sering kali menjadi pertanyaan bagi para vokalis yang telah berkarir cukup lama dan memiliki kebiasaan tertentu dalam bernyanyi sebelum mulai belajar vokal. “Apakah seseorang bisa kehilangan ciri khas-nya setelah belajar vokal?” Seorang kenalan saya bahkan telah “menuduh” seorang vokalis yang setelah belajar vokal secara formal, kemampuannya bernyanyi malah menurun. Jawaban saya adalah, hal itu bisa saja terjadi. Namun jika ia belajar secara menyeluruh, saya jamin kemampuan bernyanyi seseorang tidak akan menurun setelah belajar vokal.

Yang banyak terjadi adalah, setelah beberapa pertemuan belajar Les Vokal, mengetahui tentang kesehatan vokal, teknik yang benar, dsb. Seorang penyanyi yang telah memiliki kebiasaan tertentu secara natural akan berusaha melakukan beberapa penyesuaian. Tentu ia menginginkan vokalnya tetap prima dan meningkatkan kemampuannya dalam bernyanyi, jika tidak, dari awal mungkin ia tidak akan belajar. Nah, fase inilah yang biasanya memberikan kesan kemampuan seseorang menurun, atau seorang vokalis kehilangan ciri khas-nya. Dan fase ini pula biasanya seseorang yang belajar setengah-setengah akan berhenti belajar.

Bagi penyanyi rock, justru belajar vokal adalah keputusan yang baik. Belajar vokal TIDAK bertujuan “meluruskan” gaya rock seseorang, melainkan membekali rocker tersebut dengan pengetahuan tentang instrumen vokalnya. Sehingga vokalis Band Indie tersebut tahu betul apa yang ia lakukan dan melakukannya dengan penuh kesadaran. Selain itu, berbagai latihan teknik vokal akan memperkuat instrumennya tersebut, memperkuat dan ultimately, melindungi.

Saya bukan dokter, bukan pula penyanyi yang sangat bagus, namun saya tahu benar akibat jangka panjangnya jika instrumen vokal kita yang ringkih ini diberi tekanan terus menerus. Vokalnya bisa mengalami cidera, bahkan kehilangan suaranya secara permanen. Bagi seorang penyanyi rock untuk bisa menjaga vokalnya sampai tua, ia harus belajar bagaimana melakukan pemanasan vokal, bagaimana melakukan senam vokal sehari-hari, bagaimana teknik pernafasan, postur, dll.

Untuk perbandingan, anda mungkin pernah mendengar yang namanya Parkour, yaitu seni kelincahan tubuh seperti Jackie Chan, yang memungkinkan seseorang untuk bisa melompat dari gedung ke gedung, mendarat dengan selamat dari ketinggian, dan memanjat tanpa bantuan apapun. Di balik semua itu, ada sesi latihan yang panjang dan keras, baik fisik dan mental. Seorang pelaku Parkour tidak akan melakukannya begitu saja kalau ingin selamat.

Saran saya adalah bagi siapa saja yang telah bernyanyi cukup lama dan ingin belajar vokal, lakukanlah, dan lakukanlah secara serius sekalian. Latih teknik pernafasan anda, postur, dan sebagainya sehingga anda bisa melakukan semua itu tanpa berpikir lagi. Berlatih dengan teknik di ruang latihan. Namun saat di panggung, lupakan semuanya dan menyanyilah seperti biasa karena yang alami itulah yang di sukai oleh fans atau Pecinta Musik anda. Saya yakin anda akan tetap memiliki ciri khas anda, hanya, anda akan melakukannya dengan lebih baik dan lebih sehat.

indraaziz.net