Kursus seni menari indah seperti les ballet banyak digemari anak perempuan di perkotaan. Tak hanya menjaga tubuh tetap ramping, balet juga melatih anak berdisiplin dan lebih percaya diri. Kendati berasal dari prancis, balet cukup populer dan banyak diminati di indonesia, terutama wanita. Ini terlihat dari banyaknya sekolah dan tempat tempat les ballet yang menawarkan pendidikan ballet anak mulai usia dini hingga kelas dewasa. Tak heran, di perkotaan banyak anak kecil yang sudah piawai meliukkan badan melalui gerakan balet yang atraktif. Sebut saja sherina munaf. Artis cilik yang namanya melejit sejak membintangi film petualangan sherina pada tahun 2000 itu kini sudah beranjak dewasa. Selain lihai menyanyi dan bermain piano, sherina yang sejak kecil ikut les ballet juga dikenal pandai menari balet. Tak heran, gadis berusia 19 tahun ini tetap ramping, bugar, dan jauh dari kegemukan. Menurut maestro balet indonesia, farida oetoyo,menari sangat bagus untuk tubuh, jiwa, dan pikiran. Menari balet sangat berguna untuk mengembangkan koordinasi tubuh dan pikiran, membentuk postur tubuh yang baik, melatih kecepatan berpikir, dan membangun kepercayaan diri. Balet juga baik untuk memperkuat daya tahan tubuh, terutama anak-anak yang lemah secara fisik. Melalui balet, anak-anak belajar mengembangkan sense tentang gerakan tari, ritme, dan apresiasi terhadap musik. Farida mengungkapkan, dalam balet terkandung nilai-nilai, bukan sekadar menari. "anak-anak bisa belajar banyak dari ballet. Dalam balet, pelajaran pertamanya adalah disiplin. Agar anak berdisiplin, kami para guru harus memberi pengertian. Misalnya di kelas pada saat latihan tidak boleh ngobrol karena waktunya juga terbatas," kata wanita yang sudah menggeluti dunia balet sejak 40 tahun silam. Kecintaan farida terhadap dunia ballet dibuktikan dengan didirikannya kursus balet sumber cipta yang sudah berusia lebih dari 20 tahun.
Ballet (baca : ba – le) adalah sebuah seni tari istimewa yang ditarikan dengan cara khusus di atas panggung sehingga berbeda dengan tarian pada umumnya menggunakan langkah, gerakan, musik, kostum dan tata rias, serta set panggung untuk bercerita dan membakar imajinasi penonton. Untuk dapat menarikan jenis tari yang telah berumur lebih dari 400 tahun ini memerlukan latihan yang tidak ringan untuk mencapai kesempurnaan namun menyenangkan dan spektakuler untuk disaksikan. Semua ballet terdiri dari kombinasi tarian-tarian solo (menari sendiri), pase deux atau duet (menari berdua), dan tarian bersama (menari dengan jumlah penari yang banyak) yang para penarinya tergabung dalam corps de ballet. Kita menyebut menari dengan memakai pointe shoes berpita sebagai ballet. Ballet ini berasal dari italia dan berkembang di prancis. Untuk dapat menari ballet, baik wanita maupun pria, membutuhkan kerja keras dan waktu yang lama untuk mencapai kesempurnaan teknik, kekuatan fisik, dan musikalitas. Selain itu yang lebih penting adalah diperlukannya disiplin yang tinggi serta mental yang kuat dari setiap penari ballet. Yang membuat ballet spektakuler dan berbeda dari jenis tari lain adalah para ballerina-nya memakai pointe shoes atau toe shoes saat menari. Menari sambil berjinjit dengan mengenakan sepatu yang keras membuat ballet menjadi spektakuler. Tentu saja menari dengan mengenakan pointe shoes harus ditunjang dengan bentuk kaki yang lurus serta teknik yang tinggi. Ballet danseur atau penari ballet pria tidak memakai sepatu jenis ini, sejak mula hingga seterusnya mereka memakai soft shoes yang lebih fleksibel. Namun begitu untuk dapat menari dengan baik tetap dibutuhkan kekuatan kaki karena mereka harus melakukan gerakan-gerakan yang hebat bahkan lebih hebat dari ballerina. Karena bahkan dalam menari ballet sekalipun, seorang ballet danseur harus menunjukkan maskulinitasnya. Belajar ballet Berlatih ballet di les ballet, baik dimulai saat masih anak-anak atau saat dewasa dimulai dari dasar. Semua pemula akan mempelajari dasar-dasar les ballet termasuk cara berdiri yang benar membentuk poin, dan gerakan-gerakan dasar lain yang tidak memerlukan teknik tinggi. Namun demikian terkadang seseorang tidak terlalu memperhatikan tahap ini sehingga ketika ia belajar pada tingkat yang lebih tinggi tidak dapat melakukannya dengan baik, dengan kata lain teknik yang dimilikinya lemah yang dapat mengakibatkan ketidak-bebasan dalam bergerak bahkan dapat menyebabkan cedera. Hal ini erat hubungannya dengan kedisiplinan seseorang yang, seperti sudah disebutkan diatas, merupakan satu poin penting dalam mempelajari ballet anak. Kedisiplinan tersebut akan merangsang pola pikir dan sikap mental positif dari anak bahwa untuk mencapai suatu tujuan , kita perlu usaha, proses, dan ketekunan. Untuk menunjang itu semua kita membutuhkan sekolah yang mampu memberikan kita pembelajaran yang baik dengan silabus yang terstruktur. Dari sinilah anak akan belajar memilih media terbaik untuk mendukung cita-citanya. Orang tua dapat mengajak anak belajar menganalisa baik-buruk dan resiko atas pilihannya ketika ballet anak.
ballet berakar pada acara pertemuan para ningrat italia di masa pencerahan. Selanjutnya, balet dikembangkan dalam ballet de cour, yaitu dansa sosial yang dilakukan bersama musik, pidato, berpuisi, nyanyian, dekor, dan kostum oleh para ningrat prancis. Balet kemudian berkembang sebagai bentukan seni tersendiri di prancis pada masa pemerintahan raja louise xiv yang sangat mencintai seni tari dan bertekad untuk memajukan kualitas seni tari pada masa itu. Sang raja mendirikan académie royale de danse pada tahun 1661, dan pada tahun yang sama, balet komedi karya jean-baptist lully ditampilkan. Bentuk balet awal berupa sebuah seni panggung di mana adegan-adegannya berupa tarian. Lully lalu mendalami balet opera dan mendirikan sekolah untuk mendidik penari balet profesional yang berhubungan dengan académie royale de musique. Di sekolah tersebut, sistem pendidikannya berdasarkan tata krama ningrat. Abad ke-18 merupakan periode di mana standar teknis ballet anak menjadi sangat maju. Pada masa ini pula ballet menjadi bentukan seni drama yang serius dan setara dengan opera. Kemajuan ini disebabkan oleh karya penting dari jean-georges noverre yang berjudul lettres sur la danse et les ballets (1760), yang merintis berkembangnya ballet d'action di mana penari diharuskan mengekspresikan karakter dan menampilkan narasi cerita. Musik balet itu sendiri berkembang sangat pesat pada masa itu oleh komponis seperti christopher gluck. Pada akhir masa itu, opera menjadi terbagi tiga teknik formal yaitu sérieux, demi-caractère dan comique, dan balet turut menjadi bagian di dalam opera sebagai pengantar adegan yang diistilahkan sebagai divertissements. Abad ke-19 merupakan periode di mana banyak terjadi perubahan sosial. Perubahan ini juga tercermin dalam balet, yang bergeser jauh dari bentukan seni yang sangat ningrat (balet romantik). Ballerina seperti marie taglioni dan fanny elssler merintis teknik baru berupa pointe work yang menyebabkan peran ballerina (penari balet wanita) menjadi sangat penting di atas panggung. Sementara itu, para librettist profesional mulai memasukkan cerita dalam balet, dan guru ballet anak seperti carlo blasis mengkodifikasi teknik balet sehingga menjadi teknik dasar yang masih digunakan hingga sekarang. Balet mengalami penurunan pamor setelah 1850 di kebanyakan negara barat selain denmark dan rusia (berkat para master seperti august bournonville, jules perrot, dan marius petipa). Sanggar balet rusia, terutama setelah perang dunia ii, banyak melakukan tur keliling dunia sehingga menjaga balet tetap hidup di dunia dan banyak dikenal oleh masyarakat umum.