04 Desember 2009

Pameran Permata di Bali Berhasil Kumpulkan Sumbangan untuk UNICEF

Paintings by Angels, sebuah pameran batu permata termasuk lima perhiasan yang dirancang secara unik oleh Irwan Holmes untuk UNICEF, dipersembahkan hari ini di Celuk, Bali. Hasil penjualan selama pameran tersebut 100 persen akan disumbangkan untuk UNICEF Indonesia.

Pameran
ini akan berlangsung enam minggu hingga 14 Januari 2010 di Galeri Prapen—namanya diambil dari kata perapian. Nama galeri ini sudah terkenal di Bali dan dikelola oleh generasi keempat keluarga Pande Mas, yang namanya pun sudah lama termasyhur sebagai pembuat perhiasan. Partisi pameran ini dibuat semenarik mungkin.


Holmes pindah ke Indonesia pada tahun 1969 dengan istrinya seorang Indonesia dan anak-anaknya. Ia memulai kehidupan membuat perhiasan dengan batu permata agates, chrysacolla, sejenis koral yang hanya ditemukan di negara kepulauan ini. Holmes bahkan hanya memakai batu-batu ini secara ekslusif di beberapa rancangannya. Ia dan manajemen Prapen Gallery bekerja sama bukan hanya karena kecintaannya akan kesenian, tetapi keinginannya untuk membantu sesama manusia.


"Suatu hari kita mungkin jemu dengan kehidupan kita namun kewajiban kita semua adalah menyampaikan apa yang kita punya ke generasi yang selanjutnya," kata Holmes. "Kami dapat membuat perhiasan yang cantik, ini adalah niche kami, tetapi untuk membantu menciptakan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak Indonesia, kami percaya pada UNICEF," ujarnya.


"Saya sudah melihat apa yang dilakulan oleh nenek moyang saya di Celuk, Bali. Saya sudah melihat bagaimana karya dari tempat ini dapat mencapai seluk-beluk dunia. Namun, saya ingin melihat karya kami untuk mendukung pembangunan di negara ini," kata Putu dari Prapen Gallery. Dan acara pameran ini dirancang dengan
partisi pameran yang sebaik mungkin.


Perwakilan UNICEF Indonesia Representative Angela Kearney berkata, "Ini adalah kesempatan yang baik sekali dan bertepatan dengan peringatan 20 tahun Konvensi Hak-hak Anak. Kami juga sangat menghargai cara unik untuk bergandeng tangan dengan publik untuk mendukung UNICEF, terutama karena kita dapat membuat perbedaan nyata dalam kehidupan anak-anak dengan mendukung usaha pemerinta memenuhi hak-hak anak untuk tumbuh kembang."


"Mereka telah berusaha maksimum untuk membawa perubahan ke arah lebih baik. Irwan Holmes dan Galeri Prapen telah menjawab tantangan untuk menjadi pendekar anak-anak Indonesia," kata Angela.


http://nasional.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar